Proses Menstruasi

Sudah disebut bahwa ada beberapa kelenjar hormone yang terlibat proses menstruasi  pada wanita. Haid tidak pernah terjadi atau pernah haid dan kemudian terganggu juga terjadi apabila ada gangguan pada kelenjar gondok (thyroid); anak ginjal suprarenalis, atau pada kelenjar ludah perut pancreas (yang biasanya disertai gejala kencing manis juga). Gejala yang sama  dapat dialami pula oleh wanita yang sedang mengidap penyakit menahun berat, seperti TBC, kanker, infeksi ginjal, atauu kekurangan gizi. Wanita degan berat badan kelewar rendah (dibawah 40 kg), dan wanita atlet, haidnya sering-sering bisa kacau juga.

Untuk mengetahui dimana letak kesalahan gangguan proses menstruasi sehingga menstruasi seharusnya sudah mulai muncul, namun tidak kunjung datang, organ-organ yang terkait dengan proses daur haid tersebut perlu dilacak. Baru setelah penyebabnya berhasil ditemukan, gangguan haid atau belum pernah datang haid, dapat lebih tepat diatasi.  Sekarang sudah menjadi lebbih jelas bahwa untuk melcak gangguan menstruasi tidaklah sederhana. Diperlukan serangkaian pemeriksaan fisik, laboratorium, selain pencintraan otak, dan organ reproduksi sendiri.

Belum pernah mengalami menstruasi sama sekali atau sudah menstruasi lalu tidak menstruasi lagi, dua kondisi dengan penyebab yang berbeda dan masing-masing kasus perlu dicari penyebabnya yang bukan hanya satu ini. Kepedulian untuk melakukan pelacakan mencari apa penyebabnya, ada kepentingannya dengan urusan kesuburan, selain untuk memastikan masihkan terbuka kemungkinan seorang wanita masih bisa hamil. Kasus tidak haid sejak awal disebut amenorrhea primer. Artinya sudah semenjak mas aremaja memang belum pernah mengalami menstruasi. Sedang kasus amenorrhea sekunder, yaitu mereka yang sudah pernah mengalami menstruasi, namun kemudian berhenti tidak menstruasi-menstruasi lagi sekurang-kurangnya sudah berlangsung tiga bulan berturut-turut. Sudah disebut kalau kedua jenis amenorrhea diatas menyimpan penyebab yang tidak sama. Berbeda dengan amenorrhea sejak awal, amenorrhea yang muncul belakangan, diluar kemungkinan kasus positif hamil, sedang menyusi, dan sudah menopause, kita menyebutnya sebagai amenorrhea sekunder. Keadaan itu selain disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal, dapat pula disebabkan oleh status kurang gizi, mengidap penyakit gangguan metabolisme (antara lain kencing manis), mengidap tumor kandungan atau infeksi organ reproduksi.

Setelah penyebab amenorrhea sekundernya ditemukan lalu dikoreksi, proses menstruasi biasanya akan kemabli normal seperti sediakala lagi. Koreksi untuk kelainan haid, baik yang primer maupun yang sekunder, sebaiknyalah dilakukan jauh hari sebelum menikah, termasuk yang menstruasi tidak teratur. Mengapa?

Oleh karena selain memerlukan waktu untuk melakukan koreksi, sekiranya bila ternyata penyebab tidak kunjung menstruasinya disebabkan oleh hal-hal yang tak mungkin bisa dikoreksi, itu semua harus diterima sebagai kenyataan tidak boleh lagi berharap bakal mungkin bisa hamil, jauh sebelum janji menikah diikrarkan.


=====================================

>>> Pengobatan Herbal Untuk Haid Menstruasi Tidak Teratur dan Menstruasi Tidak Lancar, Klik Disini!
=====================================


This entry was posted in Menstruasi Tidak Teratur and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.